The Story of Grey
Pertama kali aku merasakan hal yang dimana seolah hidup tanpa beban. Padahal biasanya aku sosok yang gugup, terburu-buru dan tegang. Hari ini aku menjadi sosok yang santai. Aku melihat orang lain tampak sibuk dengan soal latihan. Bahkan alisnya hingga berkerut , gelisah tanda orang sedang memikirkan banyak hal. Tapi, berbeda denganku. Aku awal masuk ke ruangan ujian tak tampak gelisah. Melainkan lelah ataupun pening. Aku bertatap dengan layar selama dua jam umpama dua insan pertama kali bertemu. Beberapa menit kemudian aku tak bisa berkompromi dengan layar. Aku lelah. Aku terlelap. Tak dinyana aku mengalami dehidrasi, aku butuh cairan penyemangat. Akhirnya aku menemukannya dan aku terbangun kembali. Berkat cairan yang kubawa. Wujudnya sangat berbeda pada umumnya. Diracik dengan ramuan tempo dulu. Rasa yang manis menggugah selera untuk aktif kembali (kolak).
Lusa harinya aku datang kembali dengan suasana santai. Sudah waktu menuju ruangan ujian. Aku menyusuri lorong mendung itu. Hanyalah seorang diri. Didepanku sudah ada orang-orang penting. Sama sekali aku tak gugup. Ada satu hal yang memjadi pusat perhatiaannya. Rupanya dia penasaran dengan apa yang aku bawa. Dia adalah pejabat di kampusku .Pembawaanya terkesan humorist kadang juga amat serius. Tampaknya ia berkesan denganku. Dari senyum gulanya.
" Wah, jadi terdepan.Itu apa yang kamu bawa , Naz ?" tanyanya dengan wajah penasaran.
" Ini, minuman pak. Kolak pak." jawabku sembari senyum
"Ooo, kolak." katanya.Seolah-olah ia paham lalu termangu dalam hati.
Entah apa yang ada dibenak dia bertanya seperti itu?semoga saja dia terkesan dalam albumnya. Aku tampak tak sabar ingin mengakhirinya. Tapi, itu kode belum muncul. Haruskah menunggu terlalu lama? Sudah letih belum usai. Tak apalah mungkin memang sudah temponya. Alhamdulillah tak terasa waktu berakhir. Semua tampak mengeluh tiara henti. Aku hanya diam menikmati suasana . Tak apa harus menghadapi sulit itu, menyimpan penuh makna .Bukan jadi lubang tetapi jadi pijakan terbaru untuk kita..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar